Gerakan Penulisan Sejarah Digelorakan, Muslimat NU Perak Mulai Abadikan Jejak Perjuangan
Jombang — Upaya mengabadikan jejak sejarah organisasi kini mulai digerakkan secara serius oleh PAC Muslimat NU Perak melalui kegiatan Workshop dan Pendampingan Penulisan Buku Sejarah yang digelar pada Sabtu, 25 April 2026, di Markas Kantor MWCNU Perak atau yang dikenal sebagai Ndalem Mbah Hasyim Asy’ari, Gadingmangu, Perak, Jombang.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam membangun kesadaran literasi sejarah di kalangan kader Muslimat NU. Tidak sekadar pelatihan teknis, workshop ini dirancang sebagai ruang kolektif untuk menggali, merawat, dan menuliskan perjalanan panjang perjuangan organisasi yang selama ini lebih banyak tersimpan dalam ingatan lisan.
Ketua PAC Muslimat NU Perak, Dra. Hj. Suliyah, dalam sambutannya menegaskan bahwa penulisan sejarah merupakan bagian penting dari upaya menjaga identitas dan keberlanjutan perjuangan organisasi. Ia menekankan bahwa tanpa dokumentasi yang baik, banyak nilai dan kontribusi berharga berpotensi hilang seiring waktu.
“Sejarah yang tidak ditulis akan mudah dilupakan. Karena itu, melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan bahwa setiap jejak perjuangan Muslimat NU Perak dapat terdokumentasi dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujarnya.
Tak hanya itu, beliau juga secara khusus menyampaikan apresiasi tinggi terhadap gagasan program kerja dari Divisi Pendidikan PAC Muslimat NU Perak yang dinilai visioner dan berani melampaui kebiasaan. Program ini dianggap sebagai langkah maju yang tidak hanya fokus pada kegiatan rutin, tetapi juga pada pembangunan warisan intelektual organisasi.
Workshop ini menghadirkan Aang Fatihul Islam, penulis dan penelusur sejarah sekaligus CEO Pena Langit Publishing, sebagai pemateri utama. Dalam paparannya, ia mengajak peserta untuk memandang sejarah sebagai sesuatu yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, bukan sekadar catatan masa lalu yang kaku dan sulit dijangkau. Ia juga menekankan pentingnya keberanian memulai menulis, meskipun dari hal-hal sederhana. Menurutnya, setiap individu dalam organisasi adalah pelaku sejarah yang memiliki tanggung jawab moral untuk mengabadikannya dalam tulisan.

Kegiatan yang dipandu oleh Dr. Tatik Irawati, M.Pd. ini berlangsung interaktif dan partisipatif. Para peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga terlibat langsung dalam proses pendampingan penulisan, mulai dari pengumpulan data, penyusunan kerangka, hingga teknik merangkai narasi yang sistematis dan bernilai.
Menariknya, kegiatan ini juga dihadiri oleh perwakilan MWCNU Perak serta jajaran pimpinan badan otonom (banom) NU Perak. Kehadiran mereka menambah energi kolektif dalam kegiatan ini. Suasana yang terbangun terlihat penuh antusiasme, semangat kebersamaan, dan kekompakan lintas elemen organisasi.
Semua pihak yang hadir menunjukkan komitmen yang sama: mewujudkan niat besar untuk membukukan sejarah Muslimat NU Perak. Sebuah langkah monumental yang tidak hanya menjadi dokumentasi, tetapi juga penegasan bahwa PAC Muslimat NU Perak tampil sebagai inisiator utama dalam gerakan penulisan sejarah ini. Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung, menandakan bahwa kesadaran akan pentingnya literasi sejarah mulai tumbuh dan mengakar.
Lebih dari sekadar workshop, kegiatan ini diharapkan menjadi titik awal lahirnya karya nyata berupa buku sejarah Muslimat NU Perak, sebuah karya yang bukan hanya merekam masa lalu, tetapi juga menyalakan arah masa depan.
Dengan digelarnya kegiatan ini, PAC Muslimat NU Perak menegaskan komitmennya: tidak hanya menjadi pelaku sejarah, tetapi juga penulis yang mengabadikan setiap jejak perjuangan dalam karya yang hidup, bernapas, dan bermakna lintas generasi.

Editor: Redaksi Pena Langit News
Kontributor: Siti Ratna Sari

