Pena Langit

Contact Info

Kaplingan Dsn. Sambong Dukuh, RT. 04. RW. 07, DS. Sambong Dukuh Kec. Jombang Kab. Jombang Prov. Jawa Timur Indonesia

085860145144

Follow Us

Menjaga Bahasa, Merawat Budaya: Jejak Inspiratif Dr. Susi Darihastining, M.Pd.

Menjaga Bahasa, Merawat Budaya: Jejak Inspiratif Dr. Susi Darihastining, M.Pd.

Pena Langit News

Sosok Inspiratif

JOMBANG — Di tengah arus globalisasi yang kian deras dan kerap menggerus identitas kebahasaan serta kesastraan lokal, Dr. Susi Darihastining, M.Pd. hadir sebagai sosok pendidik yang teguh menjaga akar, namun tetap progresif menatap masa depan. Lahir di Jombang pada 17 Mei 1970, perjalanan akademiknya menjadi cermin ketekunan intelektual dan dedikasi panjang dalam membangun peradaban melalui bahasa.

Seluruh jenjang pendidikan tinggi—sarjana, magister, hingga doktor—ia tempuh di Universitas Negeri Malang, dengan konsentrasi pada Pendidikan Bahasa Indonesia. Pilihan akademik ini bukan sekadar latar keilmuan, melainkan sebuah komitmen hidup. Bagi Dr. Susi, bahasa Indonesia adalah ruang kebudayaan, identitas, dan wahana pembentukan karakter bangsa.

Karier pengabdiannya sebagai pendidik dimulai pada 1997 ketika ia mengajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di Pusat Bahasa Universitas Merdeka (Unmer) Malang. Setahun kemudian, pada 1998, ia resmi bergabung sebagai dosen di STKIP PGRI Jombang, yang kini berkembang menjadi Universitas PGRI Jombang (UPJB), pada Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia jenjang sarjana. Sejak saat itu, ruang kelas menjadi medan pengabdiannya dalam menanamkan kecintaan pada bahasa dan sastra Indonesia.

Tak hanya berkiprah sebagai pengajar, Dr. Susi juga menunjukkan kapasitas kepemimpinan akademik yang kuat. Ia dipercaya menjabat sebagai Sekretaris Program Studi pada 1998–2002, kemudian mengemban amanah sebagai Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia S1 selama lebih dari satu dekade (2003–2016). Di bawah kepemimpinannya, program studi tersebut tumbuh dengan fondasi akademik yang kokoh, adaptif, dan berorientasi pada penguatan keilmuan.

Dedikasi tersebut berlanjut hingga jenjang pascasarjana. Sejak 2021, Dr. Susi aktif mengajar di Program Magister Pendidikan Bahasa Indonesia UPJB, berperan strategis dalam pengembangan mutu akademik, riset, dan arah keilmuan program magister.

Di ranah penelitian dan publikasi ilmiah, Dr. Susi dikenal sebagai akademisi yang produktif dan konsisten. Berbagai hibah kompetitif nasional dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Dikti) berhasil ia raih, antara lain Hibah Doktor (2013), Hibah Buku Ajar (2016) dengan karya Narasi Puitik Jidor Sentulan di Jombang, Hibah Seminar Internasional (2015), seminar internasional di Jepang (2016) dan Australia (2019), Hibah Penelitian Fundamental multi-tahun (2019–2020), serta kembali meraih Hibah Penelitian Fundamental (2024). Pada tahun 2025, ia kembali mencatat prestasi melalui Hibah Tesis Magister dan Hibah Penelitian Terapan.

Konsistensi dan kualitas capaian tersebut mengantarkan Dr. Susi meraih Jabatan Akademik Lektor Kepala. Jabatan ini merupakan pengakuan formal atas integritas keilmuan, produktivitas riset, serta kontribusi nyata dalam pengembangan pendidikan tinggi. Dalam struktur karier dosen, Lektor Kepala adalah satu jenjang strategis menuju Guru Besar, posisi akademik tertinggi yang menuntut rekam jejak ilmiah yang berkelanjutan dan berdampak luas.

Fokus kajian Dr. Susi selama ini berakar pada penelitian kebahasaan dan kesastraan berbasis budaya lokal, yang dikaji dengan pendekatan ilmiah yang kuat dan relevan. Karya-karyanya menjadi jembatan antara dunia akademik dan upaya pelestarian kearifan lokal, sekaligus melahirkan inovasi pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia di berbagai jenjang pendidikan.

Lebih dari sekadar dosen dan peneliti, Dr. Susi Darihastining, M.Pd. adalah sosok inspiratif—penjaga bahasa, perawat budaya, dan teladan akademisi perempuan yang menapaki karier intelektualnya dengan ketekunan, kesabaran, dan integritas. Di jalur sunyi pengabdian akademik, langkahnya kini kian mantap menuju puncak karier tertinggi: Guru Besar, demi terus menghidupkan bahasa dan merawat jati diri bangsa.

 

Editor: Redaksi

Penulis: Aang Fatihul islam

 


Related Post