Ketua Lingkar Studi Santri Gelar Bincang Buku “Babad Diponegoro” via Live TikTok untuk Gaungkan Literasi Sejarah
Jombang, 15 Mei 2026 — Ketua Lingkar Studi Santri (LISSAN), Aang Fatihul Islam, akan kembali menggelar kegiatan literasi sejarah bertajuk “Bincang Buku Babad Diponegoro” melalui siaran langsung di platform TikTok. Kegiatan ini akan dilaksanakan pada Rabu malam, 20 Mei 2026, pukul 20.00–21.00 WIB melalui akun TikTok pribadinya, Aang Fatihul Islam.
Program bincang buku ini merupakan bagian dari konsistensi Aang Fatihul Islam dalam menghidupkan ruang diskusi sejarah secara rutin setiap Rabu malam. Melalui pendekatan digital, ia berupaya menghadirkan literasi sejarah yang lebih dekat dengan generasi muda, khususnya generasi milenial dan Gen Z yang aktif di media sosial.
Sebagai penulis 32 buku sekaligus peneliti tentang Laskar Diponegoro, Aang menekankan pentingnya pemahaman sejarah sebagai fondasi pembentukan identitas kebangsaan. Menurutnya, generasi muda perlu memiliki kesadaran historis agar tidak terjebak dalam sikap ahistoris di tengah derasnya arus informasi digital.
“Diskusi ini kami arahkan agar sejarah tidak hanya dibaca sebagai masa lalu, tetapi menjadi sumber nilai perjuangan dan keteladanan,” ujarnya dalam keterangan kegiatan.
Melalui tema Babad Diponegoro, diskusi ini juga menyoroti jejak perjuangan Pangeran Diponegoro sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah perlawanan terhadap kolonialisme. Aang berharap nilai-nilai perjuangan, pengorbanan, dan keberanian Diponegoro dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia saat ini.
Lingkar Studi Santri (LISSAN) menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang edukasi, tetapi juga upaya strategis untuk memanfaatkan platform digital sebagai sarana dakwah intelektual dan penguatan literasi sejarah di kalangan santri dan masyarakat luas.
Dengan format yang interaktif dan terbuka, Bincang Buku Rabu Malam diharapkan mampu menjadi jembatan antara kajian sejarah klasik dan budaya digital modern, sehingga sejarah tetap hidup dan relevan di tengah perkembangan zaman.
Editor: Redaksi
Kontributor: Siti Ratna Sari

