Musda Bersejarah, Perpusda dan IKAPI Jatim Satukan Langkah Menyalakan Literasi
Pena Langit News, Surabaya – Dari ruang-ruang buku di Graha Pustaka, sebuah arah baru literasi Jawa Timur mulai dirumuskan. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur bersama Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) Jawa Timur menegaskan satu hal: literasi tidak bisa tumbuh tanpa sinergi yang kuat.
Komitmen itu disampaikan Kepala Perpusda Jatim, Tiat, dalam “Seminar Prospek Perbukuan Jawa Timur 2026” yang digelar Kamis (30/4/2026). Ia menempatkan perpustakaan dan IKAPI sebagai dua simpul penting dalam ekosistem perbukuan yang saling menghidupi.
“Perpustakaan adalah demand, sementara IKAPI adalah supply. Keduanya harus berjalan beriringan,” ujarnya.
Namun, realitas di lapangan menunjukkan pekerjaan rumah masih terbuka. Dari 38 perpustakaan kabupaten/kota di Jawa Timur, belum semuanya memahami secara utuh peran strategis IKAPI. Di sinilah kolaborasi menjadi kebutuhan, bukan sekadar wacana.
Arah penguatan ini, lanjut Tiat, selaras dengan visi pembangunan nasional dalam Asta Cita—khususnya penguatan sumber daya manusia dan pembangunan berbasis kebudayaan. Data kunjungan perpustakaan pun memberi pesan yang jelas: masyarakat masih menjadikan buku cetak sebagai pilihan utama. Sebuah sinyal bahwa buku fisik tetap memiliki denyut yang kuat di tengah arus digital.
Di sisi lain, persoalan klasik masih membayangi. Koleksi perpustakaan sekolah dinilai belum seimbang, dengan dominasi buku pelajaran dibandingkan buku umum. Padahal, ruang imajinasi dan pengetahuan justru tumbuh dari bacaan yang beragam.
Momentum itu menemukan puncaknya dalam Musyawarah Daerah (Musda) IKAPI Jatim 2026. Forum ini tidak hanya menetapkan Deddy Ardiansyah Suis sebagai Ketua IKAPI Jatim periode 2026–2031, tetapi juga mencatatkan sejarah baru dalam tata kelola organisasi.
Ketua Steering Committee Musda, Supolo Setyo Wibowo, menegaskan bahwa proses pemilihan berjalan dengan prinsip Luber Jurdil—langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil.
“Ini menjadi sejarah pertama sejak berdirinya IKAPI Jawa Timur,” ujarnya.
Musda diikuti 113 peserta, terdiri dari 98 anggota dengan hak pilih dan 15 peninjau. Lebih dari sekadar agenda organisasi, forum ini menjadi ruang kolaborasi lintas sektor untuk pertama kalinya melibatkan seluruh perpustakaan kabupaten/kota se-Jawa Timur.
“Ini bukan hanya Musda terbesar, tetapi juga kolaborasi pertama antara IKAPI dan Perpusda Jatim dalam skala penuh. Kami persembahkan untuk seluruh anggota IKAPI,” tutup Supolo.
Dari sinilah langkah baru dimulai—bahwa literasi bukan hanya tentang buku yang terbit, tetapi tentang ekosistem yang saling terhubung, tumbuh, dan menghidupkan budaya baca di tengah masyarakat.
Editor: Redaksi
Kontributor: Aang Fatihul Islam

